Dakwah dan sikap Islam terhadap lawan



“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”
Hikmah dalam ayat dia atas adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Dalam al-Qur’an sendiri ada 3 inti utama yang menjelaskan tentang pokok ayat-ayat, yaitu ayat-ayat dakwah, ayat-ayat amar ma’ruf, dan ayat-ayat nahi munkar. Dalam pembahasan ini hanya ayat-ayat dakwah saja yang kita bahas.
Allah SWT menegur Nabi agar jangan mementingkan orang-orang terkemuka saja dalam berdakwah dalam surat Al Kahfi ayat 27:

“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.”
Dalam ayat lain Allah juga menegaskan:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Ma’ruf dalam ayat di atas adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Wallahu a’lam bisawab.

About Abu Ridwan

Alumnus PP Wahid Hasyim, aktif sosial kemasyarakatan, dll.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.